Cerpen Remaja – Patah Hati Pertamaku

Cerpen Cinta – Pagi ini, mentari mulai muncul dari ufuk timur. Malu-malu, memancarkan sinar kemerehannya. Sepertinya, ia bergegas bangun. Kembali bertugas menggantikan sang rembulan.

Aku pun begitu, wajahku sepertinya kemerahan. Malu-malu, hari ini adalah hari pertamaku masuk SMA. Sebenarnya bukan malu, hanya sedikit depresi. Karena aku berada di sekolah yang bahkan tak ada di daftar keinginanku.

Ditemani merahnya mentari, aku meminta Mama untuk mengantarkanku. Yaaa mungkin ini salah satu bentuk depresiku. Untungnya, Mama tidak keberatan untuk menerima tawaranku. Aku meminta Mama untuk mengantarku hingga gerbang sekolah. “Akankah ini menjadi gerbang menuju kebahagian, atau sebaliknya?”. Hati kecilku berisik, tidak mau menerima keadaan.

Mentari mulai memudarkan warna kemerahannya, tapi tidak dengan wajahku. Karena hati ini amat berisik, mengajak perang, tidak mau kalah. Mungkin karena hatiku sedang perang, segala keringat dalam hati tiba-tiba muncul ke permukaan. Di kedua pelupuk mataku. Untungnya, mata ini menolak untuk mengeluarkannya. Hanya tertahan, kemudian menguap, kemudian hilang.

Apa dayaku yang menginginkan bersekolah ke SMA Negeri, namun nilai ujian nasional yang menjadi penentu ternyata menggagalkan semuanya. Hanya kurang 0,1 saja. Tetap membuatku didepak dari kursi SMA Negeri. Bak tertusuk duri, kaki ini tidak sanggup lagi melangkah, mencari sekolah. Kuserahkan urusan ini pada Mama. Terserah Mama. Dan ternyata Mama mengirimku ke sini. Ke SMA swasta, yang membuat hatiku seakan berperang. Ya, inilah SMA Wiralaya.

Hari demi hari, rangkaian ospek, perkenalan senior, membuat surat cinta, pertukaran kado, sudah terlewati. Hatiku mungkin sudah lelah berperang, egonya kalah dengan keadaan yang sudah tidak dapat di ‘bagaimanakan lagi?’.

Kegiatan belajar pertama di SMA dimulai. Semuanya diawali dengan pembentukan organisasi kelas. “Ayo, siapa yang mau bantu Ibu di depan, bantu menulis?”. Ucap wali kelasku, Ibu Wijaya.
Entah kenapa semua diam membisu terpaku dan tertunduk. Jelas-jelas itu adalah gelagat pertanda menolak. Aku yang enggan berlama-lama, ingin bergegas pulang kemudian menangis di kamar karena tidak terima akhirnya memberanikan diri, mengacungkan tangan, menawarkan diri. “Saya Bu”. “oh boleh sini nak, bantu Ibu di depan”, jawab Ibu Wijaya dengan senyum manisnya.

Aku pun mulai memimpin pemilihan ketua kelas dan petugas kelas lainnya. Sepertinya aku membutuhkan orang yang mau membantu. Tak perlu lama, seorang lelaki tinggi berkulit putih menawarkan diri untuk membantu. Tentu, aku tidak keberatan.

Diskusi berjalan dengan lancar, akhirnya terpilihlah si putih tinggi sebagai ketua kelas kami. Kelas X-1 yang ‘katanya’ adalah kelas unggulan. Ah, aku tidak yakin.

Meski perang dalam hati sudah berakhir, namun sisa-sisa perang itu masih terasa. Semuanya berangsur-angsur membaik karena aku punya teman-teman yang sangat menyenangkan.
Saat ini, yang menjadi fokusku adalah mengikuti ekstrakurikuler yang ada di SMA ‘tercinta’. Pilihanku jatuh pada ekskul Paskibra. Mereka keren, gagah, dan terlihat bermental ‘baja’.

Pilihanku mantap, tidak goyah. Sampai akhirnya diadakan pemilihan Palu dan Bulu. Apa itu?. “Palu itu pemimpin kalian, para bakal calon paskibra putra. Kalau bulu untuk putrinya. Pak lurah dan Bu lurah. paham?” jelas salah satu senior. “Siap paham!” jawab kami kompak.
“Interupsi, izin memperkenalkan diri. Nama saya Althea Putri. Nama panggilan Aleth. Visi saya menjadikan Paskibra sebagai ekstrakurikuler yang maju, berkembang dan teraktif di SMA Wiralaya. Misi saya menjadikan kerja sama dan kekompakkan sebagai ciri khas bakal calon paskibra. Menempatkan rasa saling menghargai di atas segalanya. Sekian terimakasih”.

Ya, namaku Althea Putri, tak ingin dipanggil Althea, apalagi Putri. Panggil saja Aleth. Aku lagi-lagi maju, karena kekurangan kandidat. Tak apalah ‘berkorban’ lagi, daripada harus terus mendengarkan omelan senior yang memberlakukan 3 pasal. (Haarr.. 3 pasal apanya!).

Setelah melakukan perkenalan, kemudian semua menyumbangkan suara, menuliskan nama kandidat yang dipilihnya di atas gulungan kertas. Apalah dayaku, yang ternyata diberi amanat untuk menjadi Bu lurah. Bu lurah bertanggung jawab atas kelangsungan hidup para balonpas. Uang kas, memberi izin, menerima izin, menghukum, laporan perkembangan anak buah, kegiatan sehari-hari. Arrggghh!

Setelah pemilihan selesai, semua anggota menyalami Palu dan Bulu baru mereka. Lalu kemudian aku yang berjabat tangan dengan si Palu, sebagai tanda komitmen untuk terus bekerja sama. Dia adalah Dennis.

Setiap hari selasa, kami selalu berlatih. Melawan teriknya matahari, tetap memegang komitmen untuk menjadi ekskul yang eksis. Kadang hujan turun, tapi tak sekalipun kami bubar dari lapangan. Kami melanjutkan latihan, tetap dalam barisan. Mempertahankan senyum ‘aaaaseeem’ kami, bersama hujan dan genangan air. Kami tidak berhenti, malah kesemuanya itu membuat kami menikmati. Betapa indahnya kebersamaan dan kekompakkan. Dalam kondisi apapun, asalkan tetap bersama-sama pasti akan menyenangkan.

Tentu saja hal itu tidak akan terwujud tanpa adanya koordinasi yang hebat antara Palu dan Bulu, hahaha. Aku dan Dennis, selalu memikirkan cara. Bagaimana agar kami semua tetap ber-enambelas. Tentu itu tidak mudah. Aku dan Dennis selalu pulang bersama-sama selepas latihan. Membicarakan perkembangan anak buah kami yang semakin hari semakin luarrrr biasa. Tentulaaah, kami bangga!

Dennis, lurah kita semua. Adalah lelaki berbadan tinggi kecil, berwajah sangar dan berkulit eksotis. Namun, wajah sangarnya sangat menipu. Dennis, si aneh tukang mengeluh. Haha.

Pembicaraanku dengan Dennis tidak hanya soal keberlangsungan hidup anak buah. Tetapi juga soal kehidupan kami. Dennis banyak menceritakan tentang dirinya yang mulai tidak akur dengan kekasihnya. Tapi tidak denganku, aku tidak punya cerita seru. Lebih seru jika mendengarkan Dennis yang bercerita.

Cerita yang paling kuingat dari Dennis adalah ketika ia hampir saja diputuskan oleh kekasihnya, gara-gara Dennis tidak membalas sms kekasihnya. Saat itu Dennis sedang latihan Paskibra bersama kami. Mana sempat membalas? Cerita itu, setiap kali mengingatnya aku pasti tertawa geli bahkan terbahak-bahak.

Ya, kekasih Dennis adalah perempuan yang disinyalir ‘tercantik’ seantero SMA. Bahkan mungkin sekampung sekecamatan. Delila namanya. Belakangan hubungan Dennis dan Delila renggang, karena Paskibra. Ironi memang.

Dennis meminta aku untuk membantu menyelesaikan permasalahannya. Dengan cara apa? Dia memintaku agar mengurangi jadwal latihan. Oh oh oh.. tentu saja tidak bisa. Untuk mencapai tujuan kami, menjadikan Paskibra sebagai ekskul tereksis, semua anggota sepakat untuk menambah jadwal latihan. Tadinya hanya hari selasa saja, kemudian ditambah dengan hari kamis dan jum’at. Tidak ada yang keberatan, termasuk Dennis.

Dennis sepertinya menyerah. Melihatku yang enggan untuk membantu Dennis dengan cara seperti itu. Dennis mulai ego, mementingkan urusan sendiri diatas kepentingan banyak orang. Jelas-jelas ini bukan motto kami.

Seperti itulah Dennis, dibalik wajah sangarnya, ia selalu terlihat kalah di depan Delila. Dennis melarangku untuk menyebarkan kasusnya kepada para balonpas. Jika mereka tahu, mungkin Dennis akan kehilangan julukan ‘Palu terbijak’. Itu mengerikan bagi Dennis, pasti.

Dennis selalu meminta saran dan petuah dariku yang sebenarnya sok tau perkara cinta. Dennis mempercayaiku, karena ternyata saran-saran yang diberikanku pada Dennis selalu berjalan dengan mulus. Aku senang dapat membantu Dennis.

Hari demi hari berlalu, masih ber-enambelas menghabiskan siang, menyaksikan matahari lungsur. Aku dan Dennis pun semakin dekat.

Belakangan ini Dennis sepertinya jarang menceritakan Delila, kekasih yang bersamanya sejak enam bulan lalu. Mungkin Dennis khawatir aku bosan. Padahal tidak sama sekali Dennis, aku akan tetap mendengarkan ceritamu. Tentang apapun itu.

Ternyata sikap Dennis pun makin hari makin berbeda. Padaku khususnya. Setelah enam bulan menjadi Palu dan Bulu. Baru kali ini Dennis memanggilku Althea, bukan Aleth seperti biasanya. Aku tidak suka dipanggil Althea, karena nama itu hanya akan disebut ketika Mama memarahiku. Tapi dalam kasus ini, aku malah merasa khawatir terhadap Dennis. Khawatir ada yang tak beres dengan dirinya.

Aku dan Dennis tidak menghilangkan kebiasaan untuk pulang bersama-sama selepas latihan. Bahkan akhir-akhir ini Dennis sering memintaku untuk menemaninya di pinggiran tanah hijau. Dennis tidak banyak bicara. Hanya terpaku melihat hamparan rumput hijau yang luas.

Sampai pada akhirnya, ini adalah kali pertamaku menangis karena tingkah Dennis. Bagaimana mungkin, Dennis rekan kerjaku mengungkapkan satu paragraf perasaannya padaku. Aku ingat betul, apa kata Dennis. Pohon-pohon yang menari dibawah birunya langit seakaan menjadi saksi kejadian hari itu.

“Althea, terimakasih karena telah menemaniku sejauh ini. Kamu adalah orang yang selalu menerima keluh kesahku. Menggantikan setiap luka dengan tawa. Kamu menghiburku. Memberiku saran, memberiku kebahagiaan. Althea kamu harus tahu, aku sebenarnya sudah meninggalkan Delila sejak tiga bulan yang lalu. Aku tidak bisa berhenti memikirkan dirimu bahkan saat dengan Delila. Aku merasa nyaman dekat denganmu, aku merasa kau adalah tempatku menemukan kebahagiaan. Aku membohongi diriku dan Delila. Sebenarnya hatiku lebih memilihmu. Althea, aku tidak ingin kau hanya sekedar rekan kerja atau teman berbagi saja. Aku ingin kamu, A l t h e a, menetap di sini, di dalam hatiku. Ternyata cintaku ada untukmu, Althea.”

Aku berusaha mencerna perkataan Dennis, tapi entah kenapa tiba-tiba tubuh ini bermandikan peluh. Semua terasa kaku, aku rasa aku akan jatuh. Tapi aku berhasil mengendalikan segalanya. Aku menjawab pernyataan Dennis dengan sedikit candaan. “ahaha Dennis, rupanya kau terlalu mabuk Delila. Omong kosong apa ini? Sudahlah, lebih baik kamu pulang dan beristirahat. Besok kita harus latihan lagi. Aku duluan ya Dennis!”
Aku pulang mendahului Dennis. Sedangkan Dennis masih diam terpaku di bawah langit nan biru. Benar saja, tangisku pecah di dalam kamar. Mencoba mencerna perkataan Dennis. Tapi entah kenapa hati ini terasa sakit, berasa di kepal sekencang-kencangnya. Ini lebih bergemuruh dibanding perang hati sebelumnya.

“Bagaimana mungkin Dennis, kau berkata seperti itu. Aku tidak ingin menjadi siapapun bagi dirimu kalau bukan sebagai temanmu. Aku hanya ingin menjadi temanmu, sahabatmu, tempatmu berbagi dan bercerita. Ya aku akui, bahwa perasaanku padamu sama. Seperti perasaanmu, Dennis pada ku. Bahkan kau bisa menggeser Randi, yang jelas-jelas telah terlebih dahulu mengungkapkan perasaannya padaku. Bagaimana ini Dennis, sebenarnya aku menderita!”

Dia adalah Randi, ketua kelas X-1. ‘Si putih tinggi’, tepat satu bulan yang lalu menyatakan perasaan yang sama dengan yang dikatakan oleh Dennis. Namun, perasaan Randi aku tolak mentah-mentah. Karena sebenarnya hatiku pun jatuh kepada Dennis.
Itulah alasan kenapa saranku kepada Dennis soal Delila selalu mulus. Itu sebabnya! Kadang aku membayangkan diriku sebagai Delila! Aku terkadang ingin menjadi Delila! Walau Delila selalu membuat Dennis terlihat kacau. Tapi dialah Delila! Yang Dennis banggakan, yang Dennis takut kehilangannya. Tapi aku hanya Aleth buat Dennis. Jelas tadi itu hanya khayalanku. Aku bisa jadi iri terhadap Delila.

Ungkapan Dennis kemarin sore memang masih terngiang di telinga, hati dan pikiranku. Tapi, aku akan berkomitmen untuk tetap menjadi Aleth teman Dennis. Bukan Aleth, si pemilik hati Dennis.

Hari ini kami kembali latihan, tetap ber-enambelas dibawah terik matahari. Kami terus berlatih sepanjang siang. Hanya berhenti ketika adzan ashar berkumandang. Kemudian shalat, dan melanjutkan kembali latihan.
Aku dan Dennis kembali pulang bersama-sama. Kali ini kami pulang terakhir. Tepat di persimpangan, Dennis memegang tanganku. Dengan tatapan matanya yang tajam, Dennis bertanya. Jawaban dari pernyataannya kemarin.
Aku langsung tertawa, sambil mengajak Dennis berjalan. Aku berkata kepada Dennis bahwa aku juga mengaguminya. Tapi aku hanya ingin menjadi Aleth teman Dennis. Bukan yang lain. Dennis mencoba memahami.

Saat itu Dennis tidak banyak bicara. Mungkin orang-orang yang mendengarkan ceritaku ini akan bertanya. “Hei Aleth, kenapa kamu tidak menerima Dennis. Padahal perasaanmu terhadap Dennis juga sama dengan perasaan Dennis padamu, Aleth?”

Huuuhh, aku paham betul. Bagaimana jadinya jika aku dan Dennis menjadi sepasang kekasih. Mungkin aku benar-benar akan seperti Delila. Yang Dennis banggakan, yang Dennis takut kehilangannya. Tapi Delila juga yang selalu membuat Dennis kebingungan, tidak semangat. Itu mengerikan! Aku hanya ingin menjadi Aleth, yang selalu menghibur Dennis, membuat Dennis tertawa, mendengarkan Dennis bercerita. Aku khawatir semua itu akan hilang. Karena Dennis tidak melakukan hal seperti itu dengan Delila. Lebih menyenangkan, dan lebih bahagia jika Aleth tetaplah Aleth. Meskipun sempat iri terhadap Delila.

Beberapa Minggu setelah kejadian itu, aku dan Dennis kembali normal-normal saja. Meskipun Dennis masih saja menanyakan kenapa aku menolak dia, padahal dia sudah mencoba terus mengungkapkan bahkan sampai delapan kali. Tapi aku konsisten menjawab tidak! Jelas saja, aku tidak akan memberitahu alasanku.

Kami ber-enambelas kembali latihan. Kali ini dibawah guyuran hujan. Kami bergembira, karena ini membuat kami seakan terlahir kembali. Hujan adalah sumber kebahagiaan.
Saat kami sedang berlatih sambil menikmati hujan, tiba-tiba salah satu dari kami jatuh terkulai di dalam barisan. Ya Allah, itu adalah Dennis. Dennis seakan tumbang, tergeletak lemah. Semua kegiatan latihan dihentikan.

Aku terlihat paling khawatir saat itu. Namun para balonpas pasti tidak akan curiga, karena kami adalah Palu dan Bulu.
Aku memberikan air hangat kepada Dennis, kemudian membalurkan minyak kayu putih ke telapak tangan dan kakinya. Dennis terlihat seperti bukan Dennis.

Aku sempat menoleh ke samping kiri Dennis. Berdiri juga salah satu dari kami ber-enambelas. Dia adalah Mia. Tentu aku hafal, mereka adalah anak buahku.
Mia menatap Dennis dengan tatapan yang biasa saja, namun tak pernah berpaling. Tidak seperti yang lainnya yang hanya lalu lalang, agak apatis.
Aku tidak peduli, aku tetap duduk di hadapan Dennis. Memastikan dia baik-baik saja. Aku memperhatikan Dennis, dan aku tahu Dennis sempat melihat ke arah Mia, lalu kemudian memejamkan mata kembali.

Tak lama, tiba-tiba Mia beranjak dari tempatnya. Tanpa permisi, meninggalkan lapangan. Dennis ternyata menyadari hal itu. Entah kenapa, aku benar-benar heran dan tidak mengerti kepada Dennis.
Dennis beranjak dari tempatnya bersandar. Ia bangun dengan sigap, lalu pergi keluar lapang tanpa melihatku. Kami ber-enambelas melihat Dennis pergi.
Ketika aku susul, aku melihat Dennis berlari begitu kencang, tanpa alas di kakinya. “Hai Dennis, bukankah tadi kau tergeletak lemah di hadapan kami? Kenapa sekarang larimu secepat kilat?” hatiku bicara.
Setelah kuperhatikan, ternyata Dennis mengejar Mia yang mulai pergi dengan kendaraan umum.

Aku semakin tidak mengerti. Dari belakang, salah satu dari kami ber-enambelas yaitu Gian memukul pundakku, dan berkata “Biarlah leth, mungkin Mia cemburu, marah karena kejadian tadi”
“Apa maksudmu Gian?” aku tidak mengerti.
“Mereka resmi berpasangan sejak 15 November kemarin. Kenapa bulu sampai tidak tahu?”
Kau tahu? Hatiku hancur, bak terkena hempasan panah tajam! Tepat sasaran! Seketika remuk! Seketika hancur! Bagaimana mungkin Dennis melakukan hal itu? Padahal tepat pada hari itu, dimana langit menyaksikan, pohon ikut menari, aku dan Dennis berkomitmen untuk saling menjaga hati dan mencegah ada orang lain masuk walaupun kami hanya teman. Dennis berjanji, aku pun demikian.

Aku ingat betul, itu adalah 28 Oktober. Di pinggir hamparan rumput hijau, bersaksikan langit dan pohon yang menari. Bagaimana mungkin? Hanya 18 hari? Lalu bagaimana dengan delapan kali ia mengungkapkan perasaannya? Lalu untuk apa ia meninggalkan Delila? Bukankah untuk aku?

Aku malu terhadap diriku. Aku gagal menjadi pemimpin yang baik. Sungguh Mia, aku sama sekali tidak tahu bahwa Dennis adalah milikmu aku minta maaf. Miaaa maafkan aku yang berbuat seperti itu di hadapanmu.
Mia, aku gagal menjadi pemimpin! Tentang kau dan Dennis pun bahkan aku tidak tahu!

Untukmu Dennis, aku tidak peduli dengan semua komitmen yang kau buat! Aku tidak peduli dengan semua janjimu! SUNGGUH AKU TIDAK PEDULI! Aku benci karena kau berbohong padaku Dennis, aku benci!

Dennis bagaimana caraku mengatasi airmata ini Dennis? Setidaknya bantu aku! Aku gagal! Aku menyakiti Mia, yang jelas-jelas adalah anggotaku! Kau jahat Dennis, menyakiti dua hati sekaligus! Kau kehilangan wibawa Dennis! Di mataku kau hanya laki-laki payah yang tidak pantas dihormati. Terimakasih Dennis, ini adalah PATAH HATI PERTAMAKU!

Untukmu Dennis yang saat ini entah di mana, berhentilah berbuat seperti itu.

Dariku yang benci dipanggil Althea.
Untukmu, Dennis.
Lelaki yang hilang perasaan.

“Kembali ke kegelapan, 5 tahun setelahnya”

Cerpen Karangan: Teman Althea
Facebook: Amelia Noviantara

Puisi Perjuangan – Gugur Karya Ws Rendra

Gugur

karya W.S Rendra

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Tiada kuasa lagi menegak
Telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
Ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka di badannya

Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya

Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
di antaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya

Ia merangkak
di atas bumi yang dicintainya
Belumlagi selusin tindak
mautpun menghadangnya.
Ketika anaknya memegang tangannya
ia berkata :
” Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah.
Dan aku pun berasal dari tanah
tanah Ambarawa yang kucinta
Kita bukanlah anak jadah
Kerna kita punya bumi kecintaan.
Bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.
Bumi kita adalah tempat pautan yang sah.
Bumi kita adalah kehormatan.
Bumi kita adalah juwa dari jiwa.
Ia adalah bumi nenek moyang.
Ia adalah bumi waris yang sekarang.
Ia adalah bumi waris yang akan datang.”
Hari pun berangkat malam
Bumi berpeluh dan terbakar
Kerna api menyala di kota Ambarawa

Orang tua itu kembali berkata :
“Lihatlah, hari telah fajar !
Wahai bumi yang indah,
kita akan berpelukan buat selama-lamanya !
Nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menacapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata :
-Alangkah gemburnya tanah di sini!”

Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya.

Cerpen Cinta Pertama – Cinta Di Patok Tenda

Cerpen Cinta – Dengarkan suara hati ini….
Suara hati yang ingin kudendangkan….
Tak mampu untuk kusampaikan….
Kan kuungkapkan lewat laguku….

(“Kira-kira, lanjutannya apa lagi ya?. hemmm”)
Aku berhenti menuliskan bait puisi cintaku. Bersama angin malam yang berhembus mesra menyapa tendaku, aku terus termenung berpikir terbuka kalimat cinta apalagi yang harus kutuliskan untuk mengungkapkan segenap perasaanku ini kepada dirinya.

Malam ini, satu hari di Bumi Perkemahan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Adalah hari pertamaku bermalam di tenda, dalam acara Perkemahan Budaya antar Penegak se-Kabupaten Pelalawan.
Bahagia semakin tidak terbendungkan, karena untuk yang kesekian kalinya, aku bertemu lagi dengannya. Pria tampan yang begitu manis dan menyenangkan. Disetiap perkemahan antar kabupaten, dia selalu hadir bersama wajahnya yang ramah tersebut.

Aku bertemu dengannya untuk pertama kalinya, saat diawal perkemahan penggalang SD saat itu.
Hehehehe, memang sangat lama pertemuan itu terjadi. Dan bisa dikatakan, dia seperti cinta pertamaku di masa cinta monyetku.
Namun, entah mengapa, walau saat ini aku telah berusia 17 tahun, masih saja hanya dirinyalah yang selalu aku rindukan ketika perkemahan seperti ini.
Aku selalu mencari dirinya, apabila aku telah sampai di bumi perkemahan. Sungguh, rasa suka ini kian bersemi menjadi perasaan jatuh cinta yang kini telah bersemi di dalam hidupku.

Walau aku menyadari, sudah 8 tahun berlalu, aku tidak juga kenal dengannya. Yang kutahu adalah, di perkemahan dirinya biasa dipanggil Zul. Huhhhh, apakah ini karena diriku yang berkepribadian kuper mungkin?.
Entahlah. Namun, cukup aku mengenal namanya sudah sangat berarti untukku.

“Hana. Malam ini ada pergelaran pentas seni. Ftria gak bisa tampil nari, karena dia sedang sakit. Jadi, aki minta kamu ya yang tampil sebagai perwakilan dari sekolah kita?”
“Aku?”
“Iya, kamu. Aku dan teman-teman yang laim berharap banget sama kamu. Kami percaya kamu pasti bisa. Bukankah kamu ahli dalam berpuisi kan?. please, bisa kan?”
“Hemmm.. baiklah. Aku akan tampil yang maksimal untuk kalian. Tapi, puisi apa yang akan kubacakan?”

Hening. Aku dan Lusi saling diam satu sama lain.
“Bagaimana kalau puisi kamu untuk Zul. Seseorang yang sudah kamu sukai sejak dulu di Pramuka?”
Aku tercengang. Sungguh, ide Lusi benar-benar membuatki menjadi gila.

“Oh. Itu tidak mungkin lus. Aku bisa malu kalau sampai Zul mendengarnya. Ditambah lagi, dia adalah panitia di perkemahan ini”.
“Aduh… kan nama Zul gak tercantum Han. Jadi dia pasti gak bakalan peka kalau itu kamu. Bukankah ini saatnya, dia kenal sama kamu?. Ayolah Han, kamu sudah jatuh cinta dengan Zul 8 tahun lamanya. Di setiap Perkemahan, hanya Zul yang kamu sukai. Jadi, udah saatnya sekarang kamu dan Zul saling mengenal”.
Mendengar celotehan Lusi, seketika membuatku menjadi bergumam. Ada rasa takut ditambah juga dag dig dug di dalam hatiku. Yang aku pikirkan hanya satu, apa yang harus kulakukan, jika aku bertemu dengannya nanti?.

Jam 22. 00 WIB
Di Panggung Seni Bumi Perkemahan Bunut
Saatnya pagelaran seni dimulai.

“Han, kamu undian ke-5”
“Hah… lima lus. Kok cepet banget”.
Mendengar pernyataan Lusi hanya membuatku berdesus pelan.
Sembari menuggu nomor tampilku.
Di belakang panggung, sembari menyenderkan punggungku di dekat tiang panggung, aku kembali melanjutkan bait puisi cintaku. Sudah kuputuskan, jika malam ini aku akan membacakan puisiku ini tepat di depan dirinya nanti.

(Berawal dari perkemahan ini)
(Rasa itu pun hadir dihatiku)
(Menghiasi relung sukmaku)
(Cinta bersemi di bumi perkemahan)
(Oh. Mungkinkah rasa cinta ini akan abadi untuk selamanya)
(Rasa ini semakin membelenggu)
(Cinta lokasi di bumi perkemahan)

“Haiiiii..”
Aku menoleh ke arah suara yang menyapaku tersebut.
Oh. tidak. Suara itu adalah suara Zul yang menyapaku. Ini untuk yang pertama kalinya, di hadapanku secara bertatap muka, Zul menyapaku sangat ramah dan mempesona.
Di hadapanku, dia sangat tampan dengan mengenakan seragam pramuka, lengkap dengan barret dan kacunya.

“Iyyya. Hai juga”
Dengan suara kikuk, aku membalas sapaanya tersebut.
“Peserta dari SMAN 1 Pangkalan Kerinci?”
“Iya. Benar”
“Hemmm.. Hanna namanya kan?. Aku dengar malam ini kamu akan tampil membacakan sebuah puisi”.
“Iya betul”.
“Semoga berhasil”

Diakhir pembicaraan yang singkat ini. Deg, dia tersenyum kepadaku dengan sembari menyalamiku penuh hangat. Sudahlah, sepertinya di malam ini aku akan semakin bergelora penuh semangat. Dan di malam ini juga puisiku ini, akan kupersembahkan untuknya.

” Hannna… sumpah kamu tadi tampil baca puisinya keren banget. Menyetuh” Ketika aku turun dari panggung, tiba-tiba keempat rekanku kemudian menghampiriku seraya memberikan pujian untukku.
“Puisi ini aku persembahkan untuk kalian semua. Jadi mesti bagus”
“Ohhhhh. Are you seriously?. Not for him?”
Aku diam malu-malu. Selayang pandang, aku mencoba melirikkan mata melihat dirinya dari jauh. Masih terlihat tampan, dengan senyum lesung pipitnya yang khas miliknya tersebut, dia berjalan menemui para peserta perkemahan untuk memotret beberapa moment.

Pagi harinya
Saat lomba Semaphore
Walau alarm jam masih bergerak dipukul 5 subuh, tetap saja, waktunya bagi kami, anak pramuka bergegas untuk mandi. Dingin… so, sudah pasti. Apa daya, bagaimanapun ini telah mentradisi bagi para pramuka sejati.

Pukul 08. 00 pagi…
“Hai, udah sarapan?” Lagi, Zul menghampiriku dan menyapaku. Pagi ini, dia terlihat cool dengan kaos tshirt bergambar tunas kelapa dan celana jeans ponggolnya.
“Sudah tadi” Aku membalas pertanyaannya seraya menunduk malu. Sejujurnya, aku berusaha untuk menyembunyikan rona wajah merahku di hadapannya.

Namun…
Saat dimana perbincangan mulai tercipta di antara diriku dan Zul. Lusiana datang menemuiku dan mengajakku untuk segera tampil dalam perlombaan semaphore.
Terlihat jelas, aku merasakannya, bahwa saat dimana aku tampil, Zul, memotret diriku dengan menggunakan kameranya.

Last Day in Bumi Perkemahan…
Yahhh… dan sekarang saatnya adalah hari terakhirku di Bumi Perkemahan ini. Ini adalah hari terakhir, dimana aku dan rekanku akan kembali ke rumah masing-masing. Tetapi, hatiku kini terasa pilu, sejak malam api unggun di malam hari tadi, hingga pagi ini, aku tidak melihatnya.
Dirinya seperti telah hilang secara tiba-tiba. Perasaanku risau dan terus saja bertanya, kemanakh dirinya pergi?.
Hingga di ujung acara pembagian trophy, aku sama sekali tidak melihatnya.

“Pasti kamu masih bertanya di mana Zul kan?”
“Hemmm. memgapa harus di hari terakhir perkemahan dia pergi?”
“Hana, jika takdirmu adalah Zul. Maka cintamu akan berakhir dengan indah. be positif thinking”.
Karena bosan, segera aku membuka loker kamar dan hendak melanjutkan puisiku.

But…
Naas, diaryku yang bertuliskan puisikipun hilang. Dan tidak ketemu walau telah mencari di kapal berulang kali.

2 Tahun Kemudian
Beginilah aktifitas mahasiswi selagi setrlah UAS. Akan merasa tenang dan lega dengan cara merefleksi diri berjalan-jalan ke sebuah mall sembari berfoto selfie.

Di Mall Pekanbaru…
Menyelusuri sudut-sudut pintu mall, penuh oleh mahasiswi yang sedang merefleksi.
Namun, saat hendak akan turun ke lantai dasar, sangat jelas terdengar olehku, sebuah lagu dimainkan dengan liriknya yang sangat cocok dengan lirik puisiku yang hilang.
Aku berjalan terus menghampiri sumber suara tersebut, dan tidak menyangka, Jika ternyata yang bernyanyi adalah Zul. Pria Yang selama ini kucintai.

“Ini Zul kembalikan diary Hanna. Saat itu ketinggalan. Dan maaf yah, puisi Hanna Zul nyanyikan sebagai lagu. Zul suka dengan liriknya”
“Justru aku senang, bahwa kamu suka dengan lirik puisiku. Karena kamu, sekarang semua orang jadi tahu puisi cinta di patok tenda ini. Ditambah dengan alunan musiknya yang mellow kan”.

“Hanna?”
“Iya”
Aku dan Zul sama-sama terdiam
“Sebenarnya sudah sangat lama. Sejak di Perkemahan Penggalang, Zul suka sama Hanna bahkan sampai hari ini”.

Entahlah, mendengar pernyataan cintanya di depanku saat ini, rasanya ingin aku berteriak sekencang-kencangnya mengutarakan kebahagiaanku.
Cinta yang selama ini kutunggu dan kuukir di patok tenda. Telah terbit menjadi kisah cinta yang indah dan menyenangkan.

Andai dari dulu aku tahu bahwa zul juga menyukaiku. hehehe

TAMAT

Cerpen Karangan: Aisyah Nur Hanifah
Blog / Facebook: Aisyah Nur Hanifah (Nur)

28 Fakta Unik Dan Menarik Tentang Mangga Yang Patut Diketahui

fakta unik tentang mangga

Fakta Unik Tentang Mangga – Mangga adalah buah batu berair dari banyak spesies pohon tropis milik genus tanaman berbunga Mangifera, sebagian besar dibudidayakan untuk buahnya. Mayoritas spesies ini ditemukan di alam sebagai mangga liar. Lihatlah di bawah untuk 28 fakta lebih menarik dan menarik tentang mangga.

1. Mangga asli dari Asia Selatan, dari mana mangga umum atau mangga India, Mangifera indica, telah didistribusikan di seluruh dunia untuk menjadi salah satu buah yang paling banyak dibudidayakan di daerah tropis.

2. Mangga adalah buah nasional India, Pakistan, dan Filipina, dan pohon nasional Bangladesh.

3. Di India, panen dan penjualan mangga terjadi dari bulan Maret hingga Mei. Ini setiap tahun diliput oleh kantor berita.

4. Kaisar Mughal Akbar dikatakan telah menanam kebun mangga yang memiliki 100.000 pohon di Darbhanga, India timur.

5. Dalam agama Hindu, mangga yang matang sempurna sering dipegang oleh Lord Ganesha sebagai simbol pencapaian, sehubungan dengan potensi kesempurnaan para penyembah.

6. Kulit mangga kering dan bijinya digunakan dalam pengobatan Ayurvedic.

7. Daun mangga digunakan untuk menghias gapura dan pintu di rumah-rumah India dan selama pernikahan dan perayaan, seperti Ganesh Chaturthi.

8. Di Andhra Pradesh, daun mangga dianggap menguntungkan dan digunakan untuk menghias pintu depan selama festival.

9. Di Tamil Nadu, mangga disebut sebagai salah satu dari tiga buah kerajaan, bersama dengan pisang dan nangka, karena manis dan rasanya. Tiga serangkai buah ini disebut sebagai ma-pala-vazhai.

10. Di Hindia Barat, ungkapan “berjalan mangga” berarti mencuri buah mangga orang lain. Ini dirayakan dalam lagu terkenal, “The Mango Walk.”

11. Di Australia, baki mangga pertama musim secara tradisional dijual di lelang untuk amal.

12. Mangga, meskipun hampir tidak pernah terdengar di Tiongkok sebelumnya, dipopulerkan selama Revolusi Kebudayaan sebagai simbol cinta Ketua Mao Zedong kepada rakyat.

13. Manusia telah menciptakan lebih dari 400 varietas mangga melalui pemuliaan selektif.

14. Menurut legenda, Buddha bermeditasi di bawah bayangan pohon mangga.

15. Pohon mangga adalah tanaman yang tinggi dan selalu hijau, yang tingginya bisa mencapai 115 hingga 130 kaki. Mahkotanya memiliki diameter 33 kaki.

16. Pohon mangga memiliki daun yang sempit dan kasar. Warnanya hijau tua dan disusun bergantian di dahan.

17. Pohon mangga memiliki akar kuat yang tumbuh sedalam 20 kaki ke tanah. Akar dirancang untuk menyerap air dan nutrisi dari tanah berpasir yang dikeringkan dengan baik.

18. Mangga mengembangkan bunga kecil, putih atau merah muda yang terdiri dari 5 kelopak. Bunga individu adalah bagian dari cabang perbungaan.

19. Bunga mangga diserbuki oleh angin atau serangga seperti berbagai jenis lalat, ngengat dan kupu-kupu.

20. Pohon mangga mulai menghasilkan buah setelah empat tahun. Beberapa pohon dapat menghasilkan buah bahkan setelah 300 tahun.

21. Mangga menjadi matang penuh setelah 3 hingga 6 bulan. Mangga yang tersedia secara komersial dipanen hijau untuk mencegah pembusukan buah saat sedang dalam perjalanan ke supermarket di seluruh dunia.

22. India adalah penghasil mangga terbesar di dunia. 60% dari mangga dunia diproduksi di India.

23. Mangga adalah sumber yang kaya akan kalium, vitamin C dan vitamin A. Ini juga mengandung serat makanan dalam jumlah tinggi, yang memfasilitasi pencernaan.

24. Mangga dapat dimakan mentah atau dalam bentuk jus, es krim, milkshake dan berbagai jenis hidangan asin dan manis.

25. Senyawa yang diisolasi dari daun mangga, kulit kayu, kulit dan biji digunakan dalam pengobatan tradisional India. Studi terbaru menunjukkan bahwa senyawa ini dapat mencegah perkembangan diabetes dan menurunkan kadar kolesterol darah tinggi.

26. Minyak yang diisolasi dari daun mangga dan getah pohon dapat menghasilkan dermatitis kontrak pada individu yang sensitif.

27. Jus mangga dapat digunakan sebagai bumbu karena melembutkan tekstur daging.

28. Kata bahasa Inggris “mangga” berasal dari kata Malayalam “manna” melalui “manga” Portugis selama perdagangan rempah-rempah dengan Kerala pada tahun 1498.

Nah, demikian beberapa fakta unik dan menarik tentang mangga. Semoga informasi ini bisa memberikan pengetahuan yang menarik untuk kita semua. Terimakasih.

15 Fakta Menarik Kota New York Yang Belum Banyak Diketahui Orang

Fakta Menarik Kota New York – Apakah Anda mencari Fakta tentang New York? Berikut adalah daftar 25 fakta New York yang Menarik yang mungkin tidak Anda ketahui.

Namun, untuk membuat segalanya lebih menyenangkan, saya ingin menantang Anda. Berapa banyak fakta tentang New York City dan New York yang sudah Anda ketahui sebelum membaca artikel ini? Bagikan hasil Anda di bagian komentar!

1. Tidak ilegal untuk pergi telanjang dada di New York

Meskipun Anda mungkin tidak akan melihat banyak orang telanjang di The Big Apple, itu cukup menarik untuk mengetahui bahwa itu tidak ilegal. Pada tahun 2018 bahkan ada “Parade Hari Tanpa Topeng” di mana orang-orang berjalan tanpa busana di kota.

2. Restoran pizza pertama di Amerika Serikat dibuka di NYC pada tahun 1895

Fakta lain yang menarik tentang New York dan pizza adalah bahwa harga pizza dan tiket sekali naik untuk kereta bawah tanah tetap hampir sama selama lebih dari 50 tahun! Ekonom menyebut ini prinsip pizza.

3. Perpustakaan Umum New York memiliki lebih dari 50 juta buku

Anggap dirimu kutu buku? Maka hampir menjadi dosa jika tidak mengunjungi Perpustakaan Umum yang memiliki lebih dari 50 juta buku tersedia!

4. Lebih dari 800 bahasa digunakan di New York

Mengingat fakta bahwa 37% populasi NYC berasal dari negara lain, Anda mungkin tidak terkejut bahwa ada banyak bahasa yang digunakan. Beberapa ahli mengklaim bahwa ada lebih dari 800 bahasa yang digunakan di kota ini, dan beberapa yang lain mengatakan itu hanya sedikit lebih dari 200 bahasa yang berbeda, tetapi meskipun demikian, itu banyak bahasa!

Salah satu dari banyak fakta menarik tentang New York! Kota yang sangat beragam dan multi-budaya.

5. Jembatan Brooklyn lebih tua dari Tower Bridge di London

Jembatan Brooklyn adalah salah satu jembatan paling ikonik di dunia, dan begitu juga Tower Bridge di London, tetapi jembatan NYC dapat memamerkan dengan 11 tahun lebih tua.

6. Sewa rata-rata untuk satu kamar tidur di Manhattan adalah US $ 3.400

Ingin pindah ke New York, yaitu ke Manhattan? Maka Anda perlu menyimpan uang Anda di depan. Harga sewa rata-rata saat ini sekitar 3.400 USD per bulan. Tentu, ada beberapa yang lebih murah juga, jadi ada baiknya untuk mengingat bahwa angka ini adalah rata-rata dari yang paling mahal dan gabungan termurah.

Meskipun demikian, cukup tinggi dari harga rata-rata di seluruh dunia untuk satu kamar tidur. Untuk membuat perbandingan, Anda dapat dengan mudah menemukan satu kamar tidur di Yunani seharga 350-400 USD per bulan.

7. Federal Reserve Bank New York City memiliki penyimpanan emas terbesar di dunia

Jauh di dalam jantung distrik keuangan Wall Street, duduk penyimpanan emas terbesar di seluruh dunia. Lebih dari 7.000 ton batangan emas berkilauan, yang setara dengan sekitar 5% dari semua emas dunia yang pernah ditambang.

Ingin melihatnya sendiri? Cukup luar biasa, tur umum ditawarkan.

8. Pemukim Eropa pertama di NYC adalah Belanda

Sampai 1898, kota itu dikenal sebagai New Amsterdam. Itu berubah ketika kota itu diberikan hadiah kepada Duke of York pada ulang tahunnya yang ke-18. Dia kemudian memutuskan untuk mengubah nama kota menjadi New York, yang telah bertahan sejak saat itu.

9. Crustacea kecil dapat ditemukan di air minum

Alasan untuk ini adalah kenyataan bahwa airnya tidak disaring, tetapi masih cukup murni untuk diminum, meskipun mungkin lebih baik untuk menyaring air sebelum minum. Saya sarankan membawa botol air yang disaring jika Anda datang sebagai turis.

Dan jangan khawatir, copepod sama sekali tidak berbahaya dan bukan sesuatu yang Anda perhatikan, tetapi vegan mungkin tidak ingin minum air tanpa menyaringnya terlebih dahulu.

10. Rumah bagi taman bawah tanah pertama di dunia

Keberhasilan Highline memunculkan proyek baru dan taman yang disebut Lowline. Ini adalah taman bawah tanah pertama di dunia, dan terletak di Manhattan West Side.

Belum selesai, tetapi tanggal saat ini untuk taman sepenuhnya selesai diatur ke 2021.

11. Ada lebih dari 380.000 jutawan di kota

Selain itu, NYC juga merupakan rumah bagi miliarder terbanyak di dunia. Namun, Tokyo adalah kota yang dapat mengklaim gelar sebagai rumah bagi sebagian besar jutawan.

12. Membunyikan klakson mobil Anda adalah ilegal

Kecuali untuk keadaan darurat, membunyikan klakson mobil Anda sebenarnya ilegal di Kota New York. Tapi tentu saja, kebanyakan orang, jika ada yang tidak peduli tentang ini, dan Anda tidak akan berjalan jauh sebelum Anda mendengar seseorang membunyikan klakson mobil mereka.

13. Grand Central Terminal memiliki ‘Galeri Berbisik’

Grand Central Terminal adalah mahakarya arsitektonis dan interiornya benar-benar indah untuk dilihat. Namun, bukan itu saja yang datang dengan stasiun kereta api yang mewah ini. Tempat menarik lain yang tidak boleh Anda lewatkan – Galeri Berbisik.

Di sini Anda dapat berdiri di sudut diagonal yang berlawanan dan berbisik kepada orang-orang yang berdiri di sisi lain ruangan.

14. Patung Liberty dihadiahkan oleh orang Prancis

Apakah Anda berpikir bahwa Patung Liberty dibangun di New York? Tebak lagi. Sebenarnya itu adalah hadiah dari Rakyat Perancis kepada Rakyat Amerika Serikat pada tahun 1886. Patung ikonik ini dikunjungi oleh jutaan orang setiap tahun!

15. Times Square dinamai New York Times

Sebelum New York Times pindah ke Times Square, tempat ini dikenal sebagai Longacre Square. Salah satu dari banyak fakta menarik tentang New York yang mungkin belum Anda ketahui sebelum membaca ini!